LAPORAN BOTANI -- ANATOMI PERBEDAAN AKAR, BATANG DAN DAUN TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

<script src="http://kumpulblogger.com/script_ppa.php?userid=349277" type="text/javascript"></script>

<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=X7h30h%2BWPVM%3D&cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&chan=Zf61QdCyy5Q%3D&type=13&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=000000&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>

<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
I.Dasar teori
Pada fase awal evolusi, tumbuhan berbunga terpecah menjadi dua keturunan yang kemudian berkembang menjadi monokotil dan dikotil. Anggota-anggota dikotil mempunyai biji yang embrionya berdaun lembaga dua, dan anggota-anggota monokotil berbiji dengan embrio berlembaga satu. Penamaan ini berdasarkan jumlah daun lembaga embrio, karena ciri ini tetap.
Ciri pembeda utama dikotil dan monokotil.
Dikotil :
1. Biji berdaun lembaga dua (jarang lebih).
2. Daun biasanya beurat jala.
3. Sistem akar biasanya akar tunggang berakar lateral.
4. Bagian-bagian bunga biasanya berjumlah empat, lima,  atau kelipatan jumlah tersebut, atau berjumlah banyak sekali.
5. Berkas pembuluh kayu tersusun melingkar secara teratur dekat lingkaran batang.
Monokotil :
1. Biji daun berlembaga satu.
2. Daun biasanya beurat sejajar dan dihubungkan dengan urat-urat lintang.
3. Sistem akar biasanya akar serabut.
4. Bagian-bagian bunga biasanya berjumlah tiga atau kelipatan tiga.
5. Berkas pembuluh kayu tersebar tidak teratur diseluruh bagian batang.
Perbedaan secara spesifik, akar dikotil umumnya mempunyai dua sampai lima kelompok protoxylem(yaitu diark sampai pentrak) sedangkan akar monokotil umumnya mempunyai sekitar sepuluh atau lebih kelompok protoxylem.(Loveless, 1987)
Tumbuhan biji tertutup biasanya dibedakan dalam dua kelasmasing-masing diberi nama menurut jumlah daun lembaga(cotyledo) yang dimiliki anggota-anggotanya yaitu: 
1. Kelas tumbuhan dikotil atau tumbuhan berbiji belah, yang anggota-anggotanya mempunyai biji dengan lembaga yang memiliki 2 daun lembaga. Memiliki ciri: akar pokok terus tumbuh menjadi akar tunggang yang bercabang-cabang. Batang berbentuk kerucut panjang, biasanya bercabang-cabang ataupun beruas tidak jelas. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang saja berseling. Daun tunggal ataupun majemuk, sering kaliterdapat 2 daun pertama yang letaknya tegak luru pada median di kanan dan kiri cabang tersebut.
2. Kelas tumbuhan monokotil atau tumbuhan berbiji tunggal, yang anggota-anggotanya mempunyai biji dengan lembaga yang memiliki satu daun lembaga. Memiliki ciri : akar serabut, batang berkayu atau tidak, diasanya jarang atau tidak bercabang-cabang, buku-buku dan ruas tampak jelas. Daun kebanyakan tunggal, jarang majemuk, bertukang sejajar atau bertulang melengkung, duduknya berseling. (Gembong,1991)
Berdasarkan jumlah keping biji angiospermae dibedakan menjadi kelas monokotil(berkeping biji satu) dan dikotil(berkeping biji dua). Ciri monokotil : berkotiledon 1, daun sejajar, jaringan pembuluh tersebar, akar serabut, memiliki bunga kelipatan 3. Sedangkan dikotil memiliki dua kotiledon, daun menyirip, jaringan pembuluh tersusun dalam lingkaran, akar tunggang, dan organ bungga kelipatan 2,4,atau 5. Secara anatomi monokotil tidak ada kambium, tipe berkas pembuluih angkut bertipe kolateral tertutup, pelidung ujung akar ada(koleriza) dan pelindung ujung batang ada(koleoptil). Sedangkan anatomi dikotil memiliki kambium di akar dan batang, tipe berkas pembuluh kolrateral terbuka, tidak ada unjung akar dan unjung batang. (Priadi,2010)
<script src="http://kumpulblogger.com/flbanner.php?b=219421&sz=728x90" type="text/javascript"></script>
II. Tujuan
1. Untuk mengetahui perbedaan monokotil dan dikotil secara anatomi.
2. Mengerti bagian-bagian anatomi akar,batang dan daun tumbuhan dikotil maupun monokotil.

III. Alat dan Bahan
3.1. Alat : Mikroskop elektron, preparat, silet, kamera.
3.2.Bahan : Bayam(Amaranthus spinosum) dan Kacang panjang(Vigna sinensis).



IV. Cara Kerja 
4.1. Akar
1. Mengiris tipis akar tanaman dengan menggunakan silet secara melintang dan membujur.
2. Menaruh sampel pada preparat dan diberi air.
3. Mengamati sample pada preparat dengan menggunakan mikroskop elektron.
4. Mengamati sample preaparat dengan perbesaran 40 kali setelah itu 100 kali setelah itu dipotret.
4.1. Batang
1. Mengiris tipis batang tanaman dengan menggunakan silet secara emlintang dan membujur.
2. Menaruh sampel pada preparat dan diberi air.
3. Mengamati sample pada preparat dengan menggunakan mikroskop elektron.
4. Mengamati sample preparat dengan perbesaran 40 kali setelah itu 100 kali, setelah itu dipotret.
4.1. Daun
1. Mengiris tipis daun dengan menggunakan silet secara melintang dan membujur.
2. Menaruh sampel pada preparat dan diberi air.
3. Mengamati sample pada preparat dengan menggunakan mikroskop elektron.
4. Mengamati sample preaparat dengan perbesaran 40 kali setelah itu 100 kali, setelah itu dipotret.
V. Hasil Pengamatan
* Lingkaran Merah = jaringan Xylem dan Floem
Gambar Keterangan

  Akar bayam secara melintang

Akar bayam membujur

  Batang bayam melintang

Batang bayam membujur
  Daun bayam melintang
  Daun Bayam membujur

Akar kacang panjang membujur

  Akar kacang panjang melintang 

  Batang Kacang panjang melintang

Batang kacang panjang membujur
  Daun kacang panjang melintang
  Daun kacang panjang membujur
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=X7h30h%2BWPVM%3D&cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&chan=Zf61QdCyy5Q%3D&type=5&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=000000&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
VI.Pembahasan
Secara anatomi perbedaan struktur akar terjadi perbedaan, dimana akar dikotil mempunyai kambium, hingga akar memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder, pada akar sifat radial berkas pengangkutnya hanya nyata pada akar yang belum mengadakan pertumbuhan menebal. Dalam endodermis akar dikotil, terdapat diding radila dan diding mel;intang dalam bentuk pita caspary, sementara daya hidup sel-sel tersebut tidak terganggu. Akar dikotil umumnya memliki 2 sampai 5 kelompok protoxylem(yaitu diark sampai pentark), dalam akar dikotil, baji-baji xylem primer bertemu di tengah silinder pembuluh dan membentuk tiang-tiang bergalur xulime dewasa.
Sedangkan anatomi akar monokotil,karena tidak ada kambium maka akar tidak bertambah besar, tidak ada pembentukan jaringan baru, sehingga mempunyai struktur primer yang tetap. Umumnya mempunyai sekitar sepuluh atau lebih kelompok protoxilem(poliark) akar dengan lima samapai sepuluh kelompok protoxilem sangat jarang dijumpai. Diferensiasi xilem primer berhenti sebelum bagian tengah yang padat terbentuk. Oleh karena itu, xilem primer dewasa pada monokotil terdriri atas jalur-jalur yang terpisah dan di tengah silinder pembuluh terdapat empulur bersel parenkima. Endodermis sering memberntuk dinding sekunder tebal. Dalam irisan melintang endodermis dapat dilihat sebagai lapisan yang jelas. Tetapi dalam lapisan endodermis lapisan suberin yang menerus terdapat di sebelah dalam pita caspary menjadi beberapa lapisan selulosa kayu yang dapat menjadi tebal sekali.
Dari anatomi batang dikotil, berkas penagngkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah lua, di antara terdapat kambium, jadi berkas pengankutannya bersifat kolateral terbuka, kadang-kadang bikolateral. Pada irisan melintang tampak adanya sistem pembuluh, tersusun atas 2 cincin di anatara 2 daerah jaringan dasar yaitu daerah tengah yang lebar(empulur) dan daerah pinggir yang sempit (korteks). Ikatan-ikatan tersebut dipisahkan oleh parenkima. Epidermis terdiri atas selapis sel yang tertutup oleh kutikula, yang mencirikan epidermis ini sebagai alapisan terluar. Empulur berasal dari meristem rusuk unjung pucuk sedangkan korteks berasal dari meristem sisi. Penataan xilem dan floem pada radius yang sama seperti itu disebut kolateral. Xilem yang terbentuk pertama kali disebut protoxilem, terdapat di sebelah dalam tiap ikatan pembuluh yang berdekatan dengan empulur. Unsur xilem yang terbentuk kemudian metaxilem, menjadi dewasa secara stringfungal dan karena itu xilem ini disebut endark. Pada penampang melintang pembuluh metaxilem tersusun dalam barisan lurus yang meluas ke kambium tukal dan terpisah satu dengan yang lain oleh kepingan parenkima xilem. Pada penampang membujurnya metaxilem berturut-turut tersiri atas menjala dan pembuluh noktah. Pada floem sebaliknya, urutan kematangngan yang akan menjadi dewasa berada pada tepi luar ikatan pembuluh dan pematangn selanjutnyaterjadi secara sentripental. Protofloem terbentuk atas serat.
Anatomi pada batang monokotil, pada penampang melintang terbentuk tidak seperti cincin, melainkan terletak tak bertauran pada seluruh penampang itu.ikatan pembuluh itu banyak sekali, kadang-kadang 200 bahkan lebih. Dibawah epidermis terdapat selapis serat yang tebalnya hanya 1-2sel. Akan tetapi jaringan dasarnya tidak jelas mana korteks dan empulurnya. Pada penampang melintangnya, xilem merupakan sekelompok ikatan pembuluj berbentuk V danY dengan protoxylem di pangkal dan mengarah ke tengah-tengah batang. 
Daum dikotil dapat dianalisa anatominya letak xylem dan floem diantara jaringan spons, terdapat stomata pada permukaan bawah daun. Xilem pada bagian atas sedangkan floem pada bagian bawah.sedangkan pada daun monokotil letak xilem terdapat diantara floem.
<script src="http://kumpulblogger.com/flbanner.php?b=219421&sz=300x250" type="text/javascript"></script>
VII.Kesimpulan 
Jadi perbedaan monokotil dan dikotil secara anatomi, dimulai dari akar : perbedaan jelas pada struktur xylem dan floem. Dimana pada dikotil xilem pada bagian tengah sedangkan floem berada dekat perisikel dan endodermis. Sedangkan monokotil xilem floem berdekatan diantara empulur dan perisikel. Pada batang dikotil floem dan xilem berdekatan pada skelerenkim. Dan monokotil xilem dan floem terdapat dalam berkas pembuluh. Pada daun perbedaan letak xilem yang berdekatan dengan floem ditunjukan pada dikotil, sedangkan monokotil agak berjauhan diantara selubung sel parenkim.
Bagian-bagian anatomi akar dikotil : Lapisan piliferous, endodermis,perisikel, floem, kambium, dan korteks. Akar monokotil : Lapisan piliferous, endodermis,perisikel, floem, empulur, dan korteks. Pada batang dikotil: epidermis, kolenkim, endodermis, sklerenkim, floem, xilem, jari-jari empulur, kambium vaskular, perisikel. Sedangkan batang monokotil: epidermis, floem, xylem, berkas pengankut. Pada daun dikotil: epidermis atas, parenkim palisade, parenkim spons, epidermis bawah, xilem, floem, epidermis bawah, dan stomata. Sedangkan daun monokotil tersusun atas: stomata, sklerenkim, selubung sel skelerenkim, epidermis bawah, xilem, floem, mesofil, dan kultikula. 
VIII.Daftar Pustaka
Citrosopomo, Gembong. 1991. Taksonomi Tumbuhan. 
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Lovelles, A.R. 1987.Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk 
Daerah Tropik 1.Jakarta : PT.Gramedia.
Priadi, Arif.2010.Biologi.Jakarta: Yudhistira.

No comments:

Post a Comment